Sekadar Mampir

"Seperti halnya pengendara sepeda yang beristirahat sejenak di bawah naungan rindang pepohonan, begitulah kehidupan di dunia ini"

Karena kita hidup hanya sementara, karena kehidupan di dunia ini hanya sekejap saja, karenanya bekal harus dipersiapkan untuk perjalanan menuju kehidupan sebenarnya... karena kita hanya... "sekadar mampir"...

Friday, July 20, 2018

Remember Me, I Will Remember you

Sewaktu kecil dahulu, seusia sekolah dasar,
saat berkunjung ke rumah almarhum uyut saya di kampung Cipeundeuy, Cirata, Kabupaten Bandung Barat (perbatasan dgn Kab. Purwakarta), Jawa Barat,
saya sempat terkagum-kagum dengan kelihaian uyut saya menggembalakan domba.

Domba2 'angon' itu turut manut ikut ke mana saja uyut saya, yang saat itu mungkin sudah berusia sekira ~70 tahun-an, namun masih lincah ringan berjalan, menyusuri pematang sawah, hingga mereka merumput di suatu ladang.

Saya pun dgn polos bertanya pada uyut saya itu, (alm.) Aki Rohman (biasa dipanggil 'Ki Oman') namanya...
"Aki, gmna caranya embe2 (domba) itu, koq bisa nurut sama aki?"

"Didit jg pengen bisa tuh kelinci Didit bisa nurut ky gitu!!" ujar saya penuh harap.

Didit adalah nama panggilan sy sewaktu kecil, kala itu sy memang punya hewan peliharaan-kelinci di rumah, dan sy belum mengerti, bahwa memang ada hewan ternak tertentu, spt. kambing & domba, sapi, kerbau, dsb. yg Allah tundukkan utk manusia agar dapat digembalakan supaya bisa diambil manfaatnya, namun kelinci bukanlah salah satunya 😁

"Minta baca2annya dong Aki....!!!"

Didit kecil, yg waktu itu gemar dengan film2 silat, dan sinetron laga, semacam 'Wiro Sableng', 'Sembara-Misteri Gunung Merapi', dan kartun2 duel tempur & peperangan, seperti 'Shulato', 'Saint Seiya', dsb.
berpikir uyut saya bisa merapal ajian tertentu yg bikin satu makhluk bisa menurut, ilmu kanuragan, keahlian hipnotis atau semacamnya.

Tadinya saya kira Aki Oman akan mengungkap mantra rahasia seperti... 

"Nammath sanmadha bodanan mantra abironken sowaka! Shura maha ken!!" (tribute to 'Shurato' anime) 

Lalu almarhum Aki Oman pun menyampaikan satu bacaan...

"fadzkuruni adzkurkum wasykuruli wala takfurun"

Saya pun segera mencatat dan menghafalkannya, berharap itu adalah ajian penunduk makhluk agar hewan piaraan bisa menurut.

Sepulang kembali dari rumah uyut,

Paman saya, Om Ade, menjelaskan, barulah sy kemudian tersadar, bahwa yg disampaikan alm. uyut sy itu bukanlah ajian ilmu silat ataupun tenaga dalam, melainkan potongan surat ke-2 dalam Al Qur'an, Surat Al Baqarah ayat 152...

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ.

Artinya: "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku" .

Terjemah Mufradat Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 152

Fadzkuruunii = Maka ingatlah kepada-Ku
Adzkurkum = Aku ingat kepada kalian
Wa = Dan
Usykuruu = Bersyukurlah
Lii = Kepada-Ku
Wa = Dan
Laa = Janganlah
Takfuruun = Kalian Mengingkari-Ku

http://www.aswanblog.com/2013/07/tafsir-teks-ayat-dan-terjemah-qs-al.html?m=1

Sungguh bijak almarhum uyut saya itu, pesan yang diwasiatkan bukanlah ttg warisan sawah ladang, kolam dan ternak...
melainkan yang jauh tak ternilai melebihi itu semua...

Kalam Allah, dan seruan untuk senantiasa ingat kepada Allah dengan membaca, memahami, dan yang terpenting mengamalkan Al Qur'an, yang diwujudkan dgn taqwa, menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Listen to Surah Al-Baqarah - Session 46 - Ayah 152 - 158 - Nouman Ali Khan.MP3 by NAK Collection #np on #SoundCloud
https://soundcloud.com/nakcollection/surah-al-baqarah-session-46-ayah-152-158-nouman-ali-khanmp3

...

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN.
WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN
WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Read more https://konsultasisyariah.com/20865-doa-ziarah-kubur.html






Berikut adalah tafsir selengkapnya dari Ibnu Katsir:

Al-Baqarah, ayat 151-152

{كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (151) فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ (152) }

"Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian Rasul di antara kalian yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kalian dan menyucikan kalian dan mengajarkan kepada kalian Al-Kitab dan hikmah, serta mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui.

Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian; dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat-Ku)."

Allah Swt. mengingatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin akan nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka, yaitu diutus-Nya seorang Rasul —yakni Nabi Muhammad Saw.— untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang jelas; menyucikan serta membersihkan mereka dari akhlak-akhlak yang rendah, jiwa-jiwa yang kotor, dan perbuatan-perbuatan Jahiliah; mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya, mengajarkan kepada mereka Al-Qur'an dan sunnah, serta mengajarkan kepada mereka banyak hal yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

Di zaman Jahiliah mereka hidup dalam kebodohan yang menyesatkan. Akhirnya berkat barakah risalah Nabi Saw. dan misi yang diembannya, mereka menjadi orang-orang yang dikasihi oleh Allah, berwatak sebagai ulama, dan menjadi orang-orang yang berilmu paling mendalam, memiliki hati yang suci, paling sedikit bebannya, dan paling jujur ungkapannya.

Allah Swt. berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ آياتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ

Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka. (Ali Imran: 164), hingga akhir ayat.

Allah Swt. mencela orang yang tidak menghargai nikmat ini. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْراً وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دارَ الْبَوارِ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? (Ibrahim: 28)

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan nikmat ini ialah nikmat yang berupa diutus-Nya Nabi Muhammad Saw. kepada mereka. Karena itulah maka Allah menyerukan kepada orang-orang mukmin agar mengakui nikmat ini dan membalasnya dengan banyak berzikir menyebut asma-Nya dan bersyukur kepada-Nya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian; dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku". (Al-Baqarah: 152)

Mujahid mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya: Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian Rasul di antara kalian. (Al-Baqarah: 151) Yakni sebagaimana Aku telah melimpahkan nikmat kepada kalian, maka ingatlah kalian kepada-Ku.

Abdullah ibnu Wahb meriwayatkan dari Hisyam ibnu Sa'id, dari Zaid ibnu Aslam,
bahwa Nabi Musa pernah berkata,
"Wahai Tuhan-ku, bagaimana aku bersyukur kepada-Mu?"
Tuhan berfirman kepadanya, "Ingatlah Aku dan jangan kamu lupakan Aku. Maka apabila kamu ingat kepada-Ku, berarti kamu telah bersyukur kepada-Ku. Apabila kamu lupa kepada-Ku, berarti kamu ingkar kepada-Ku."

Al-Hasan Al-Basri, Abul Aliyah, As-Saddi, dan Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan bahwa Allah Swt. selalu mengingat orang yang ingat kepada-Nya, memberikan tambahan nikmat kepada orang yang bersyukur kepada-Nya, dan mengazab orang yang ingkar terhadap-Nya.

Salah seorang ulama Salaf mengatakan sehubungan dengan takwil firman-Nya:

اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقاتِهِ

Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya. (Ali Imran: 102)

Bahwa makna yang dimaksud ialah hendaknya kita taat kepada-Nya dan tidak durhaka terhadap-Nya, selalu ingat kepada-Nya dan tidak melupakan-Nya, selalu bersyukur kepada-Nya dan tidak ingkar terhadap-Nya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabbah, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Imarah As-Saidalani, telah menceritakan kepada kami Makhul Al-Azdi yang mengatakan asar berikut, bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar,

"Bagaimanakah menurutmu tentang orang yang membunuh jiwa, peminum khamr, pencuri, dan pezina yang selalu ingat kepada Allah, sedangkan Allah Swt. telah berfirman:  'Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian ' (Al-Baqarah: 152)?"

Ibnu Umar menjawab,
"Apabila Allah mengingat orang ini, maka Dia mengingatnya melalui laknat-Nya hingga dia diam."

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
"Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian". (Al-Baqarah: 152)
Makna yang dimaksud ialah: "Ingatlah kalian kepada-Ku dalam semua apa yang telah Kufardukan atas kalian, maka niscaya Aku akan mengingat kalian dalam semua apa yang Aku wajibkan bagi kalian atas diri-Ku".

Menurut Sa'id ibnu Jubair artinya: "Ingatlah kalian kepada-Ku dengan taat kepada-Ku, niscaya Aku selalu ingat kepada kalian dengan magfirah(ampunan)-Ku". Menurut riwayat yang lain disebutkan "dengan rahmat-Ku".

Dari Ibnu Abbas sehubungan dengan takwil firman-Nya:

"Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian". (Al-Baqarah: 152)
Disebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah 'ingat Allah kepada kalian jauh lebih banyak daripada ingat kalian kepada-Nya'.

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan:

"يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: مَنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَمَنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَأٍ خَيْرٍ مِنْهُ".

Allah Swt. berfirman, "Barang siapa yang ingat kepada-Ku di dalam dirinya, niscaya Aku ingat (pula) kepadanya di dalam diri-Ku; dan barang siapa yang ingat kepada-Ku di dalam suatu golongan, niscaya Aku ingat (pula) kepadanya di dalam golongan yang lebih baik daripada golongannya."

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَر، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَا ابْنَ آدَمَ، إِنْ ذَكَرْتَنِي فِي نَفْسِكَ ذَكَرْتُكَ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرْتَنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُكَ، فِي مَلَأٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ -أَوْ قَالَ: [فِي] مَلَأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ -وَإِنْ دَنَوْتَ مِنِّي شِبْرًا دَنَوْتُ مِنْكَ ذِرَاعًا، وَإِنْ دَنَوْتَ مِنِّي ذِرَاعًا دَنَوْتُ مِنْكَ بَاعًا، وَإِنْ أَتَيْتَنِي تَمْشِي أَتَيْتُكَ أُهَرْوِلُ"

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Al-Fudail ibnu Fudalah (seorang lelaki dari kalangan Bani Qais), telah menceritakan kepada kami Abu Raja Al-Ataridi yang mengatakan bahwa Imran Ibnu Husain keluar menemui kami memakai jubah kain sutra campuran yang belum pernah kami lihat dia memakainya, baik sebelum itu ataupun sesudahnya.
Lalu ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Barang siapa dianugerahi suatu nikmat oleh Allah, maka sesungguhnya Allah menyukai bila melihat penampilan dari nikmat yang telah Dia berikan kepada makhluk-Nya. Dan adakalanya Rauh mengatakan 'kepada hamba-Nya".

Friday, July 13, 2018

"Membangun Komitmen terhadap Islam dgn segala Konsekuensinya" oleh Dr. Muhammad Anwar Lc. MA. MSc. MM - Kajian Ba'da Shubuh (Sabtu, 14 Juli 2018) di Masjid Baitul Hikmah (Nusa Loka BSD)

Kelemahan Umat Islam (yg dibahas dalam pertemuan da'i & ulama Internasional di Jakarta, 3-6 Juli 2018), antara lain :

https://m.republika.co.id/amp_version/pbfkyn313

1. Lemah pemahaman thdp. ajaran agama Islam, sehingga mudah diadu domba

2. Rendah komitmen thdp. agama Islam
(banyak ditemui oknum yg mendekat pada Islam, hanya pada saat ada kepentingan saja)

3. Kurangnya kepedulian thdp. sesama muslim, thdp perkembangan umat Islam, maupun apa yg akan terjadi di dunia

4. Rendahnya persatuan & kesatuan, hanya karena perbedaan furuhiyah

https://chanelmuslim.com/khazanah/antara-khilafiyah-furuiyah-sunnah-dan-bidah

5. Rentan konflik (terutama di kawasan Timur Tengah), sehingga mudah dipecah belah.


Bahan kajian & Renungan :

Qs. Ali Imron (3 : 102) :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ


Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (muslim)."

http://www.ibnukatsironline.com/2015/04/tafsir-surat-ali-imran-ayat-102-103.html?m=1

Perintah Allah (Ilah & Rabb)* dalam Q. S Al Imron (3 : 102-103) :

1. Beriman
Siapa yg istiqomah dalam keimanan, Allah akan mengutus Malaikat kpd kita utk menuntun kita ke jalan kebaikan.

https://almanhaj.or.id/4134-keutamaan-istiqomah.html

2. Mengamalkan ketaqwaan yg berkualitas
+ takut akan ancaman Allah, melahirkan sikap kehati2an, senantiasa menjauhi perbuatan dosa & kemaksiatan

3. Janganlah mati, kecuali mati dalam keadaan benar2 Islam (proses menyeluruh sepanjang hayat belajar-memahami-mengamalkan Islam), mulai dari skrg, saat ini, hingga akhir hayat (khusnul khotimah).

4. Jangan berlepas diri (berperang teguhlah) pada tali (agama) Allah.

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّـهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّـهُ لَكُمْ ءَايٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ﴿آل عمران:١۰٣﴾

Artinya : "Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dengan berjama’ah dan janganlah kamu bercerai berai." Qs Ali Imran : 103

*Note:

https://deddinordiawan.com/2007/12/26/allah-sang-rabb-semesta/

*Illah menunjuk pada makna Allah sebagai Tuhan yang Maha Sempurna. Tuhan yang memiliki kekuasaan tiada batas. Raja Diraja, King of The King, yang berada di tahta tertinggi. Dia tidak tersentuh. Kesempurnaan dan Kekuasaannya tidak mampu kita lukiskan dalam imajinasi.

https://www.dakwatuna.com/2011/12/05/17127/makna-ilah-bagian-ke-1/amp/

*Rabb menunjukkan Tuhan yang keberadaannya senantiasa hadir dalam kehidupan kita, mengatur peredaran tata surya, menumbuhkan berbagai flora dan menghadirkan hujan. Rabb adalah Tuhan yang merasuk dalam diri kita, mendetakkan jantung, mengalirkan darah bahkan dalam pembuluh-pembuluh sempit. Dialah Tuhan, yang tanpaNya tiadalah kehidupan ini.

https://almanhaj.or.id/3573-ar-rabb-yang-maha-mengatur-dan-menguasai-alam-semesta.html

Maka, dengan pemahaman tersebut, kita akan menemukan betapa indah ukiran pujian untuk “Illah” dan “Rabb” yang diukir dalam kalimat hamdalah. Alhamdu-Lillahi-Rabbil ‘Alamiin, sebuah ungkapan syukur yang bermakna sangat dalam.

Secara substansial kalimat hamdalah tersebut kita maknai, “Segala bentuk puja-puji (baik yang bisa kita berikan maupun bentuk lain yang tak sanggup kita ungkapkan) hanyalah untuk Tuhan sang Illah yang luar biasa yang bertahta di singgasananya, Tuhan sang Rabb yang menguasai, mengatur dan memelihara alam semesta raya“.

Saturday, September 30, 2017

Melirik dan melipir ke lokasi air terjun Nglirip, Tuban

Di berbagai daerah di Indonesia, lokasi sumber mata air (sendang) ataupun badan air permukaan (aliran sungai maupun danau dan pesisir laut), kerap dikaitkan dengan mitos dan cerita rakyat.
Terlebih lagi di lokasi air terjun, yang biasanya memiliki legenda yang menyertai keindahan pemandangannya.

Warga setempat pun kerap mensakralkan lokasi tersebut, dengan berbagai pantangan mistis serta peringatan bagi wisatawan, yang kalau kita cermati secara logis, memang biasanya lokasinya curam dan licin, sehingga terdapat bahaya pengunjung terpeleset dan terjatuh ke jurang terjal, selain tentu saja rawan longsor serta berpotensi banjir bandang (air bah) dan pepohonan tumbang saat hujan lebat.

Dan jika kita berusaha meresapi untuk mensyukuri keindahan alam tersebut, betapa sumber daya air anugerah dari Yang Maha Kuasa ini perlu kita jaga dan lestarikan bersama, mulai dari hulu sumber hingga ke hilirnya.
Hormati keberadaannya, gunakan dengan bijak, manfaatkan seperlunya, tidak mengotori dan mencemarinya.
Jangan sampai kita baru sadar akan vitalnya rizki sumber daya air ini, saat bencana kekeringan mulai melanda dan sumber2 air tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan kita.

"hormati alam, maka alam pun akan menghormati kita"

http://piknikasik.com/air-terjun-nglirip-tuban-dan-legenda-di-balik-keindahannyatempat

Saturday, February 11, 2017

Kami yang sama-sama hanya #SekadarMampir

“Jadilah engkau di dunia bagai orang asing”, ujar Nabi ﷺ dalam riwayat Al Bukhari, “Atau musafir yang menyeberangi jalan.”

Seorang mukmin menjadikan dunia ini sebagai persinggahan. Tapi dia tamu yang baik. Mampir untuk membaikkan dan meninggalkan kebaikan.

Sumber :
http://www.rumahkurmasahara.com/2016/03/tamu-yang-sekadar-mampir-saja.html

Sepertinya situs ini adalah merupakan sarana distribusi dan penjualan produk Rumah Kurma Sahara, namun tak hanya itu, blog ini juga berisi artikel menarik yg tak lupa memcantumkan kutipan dr Al Qur'an maupun Hadits.


“Siapa nan ingin dipanjangkan umurnya dan diperbanyak rezekinya, hendaklah dia berbuat baik kepada kedua orang tuanya dan bersilaturahmi (menyambung tali persaudaraan). ” HR Ahmad.

Sumber :
http://abuhaidar.web.id/sekadar-mampir.htm

Blog Ustadz Abu Haidar dgn tagline nya:
"Menggapai Kedamaian Hidup di Dunia dan Akhirat" adalah blog yg sangat terstruktur dan lengkap, tersedia beragam karegori artikel, mulai dari tulisan perjalanan dalam kolom #SekadarMampir hingga kolom ruang pembaca bertanya dan #UstadzMenjawab. Sangat manfaat sbg referensi dan bacaan penuh inspirasi.

Friday, December 16, 2016

Sholat Shubuh Berjamaah #1212 (Sebuah Renungan Perjalanan)

Karena amanah yg tidak bs ditinggalkan, sy hanya bs turut mendo'akan sodara2 muslim, sambil memantau media dan takjub dgn perkenan Allah, saat melihat foto2 dokumentasi massa #411 dan #212 yg lalu.
MasyaAllah.

Alhamdulillah, tanggal 12 Desember 2016 ini, sy diberi nikmat sehat & keluangan waktu, akhirnya sy bs bergabung dgn Gerakan Umat Islam Nasional di acara Sholat Shubuh Berjamaah #1212, yg dipusatkan di Mesjid PUSDAI (Pusat Dakwah Islam), Bandung, Kota tempat kelahiran sy.

Ketika sy berniat utk brgkt dan meninggalkan keluarga k Bdg, terbayang kerepotan istri seorang diri menangani dua putra putri kami, si sulung anak laki2 super aktif yg berusia 2 tahun 4 bulan dan adik perempuannya, our little princess yg baru berusia 1 bulan, di hari libur, saat dimana biasanya satu keluarga berkumpul menghabiskan 'family time'  bersama.

Alhamdulillah istri jg paham dan mendukung.

Sy yakin Allah Sang Pemilik akan senantiasa menjaga dan melindungi mereka, InsyaAllah.

>> Renungan-1
Bukankah para mujahid & sahabat di zaman Rasulullah & Khulafaur Rasyidin dahulu, hrs rela meninggalkan anak istri & keluarga yg dicintai, demi berjuang di Jalan Allah, hingga 3 bulan bahkan lebih?
Sungguh, betapa keimanan mereka sudah benar2 teruji.
Lalu apakah kita merasa keimanan kita sudah cukup diuji?

. . .

Hari minggu malam, tanggal 11 Desember 2016,
satu jam sebelum jadwal keberangkatan, sy baru mendapati bahwa travel yg sy booking utk perjalanan dr Tangerang ke Bdg, membatalkan jadwal perjalanan yg sudah sy reserved, yakni jadwal terakhir di malam itu, krn kerusakan kendaraan (tanpa informasi detail trouble nya).

Petugas travel menyarankan utk secepatnya datang lgsg saja ke pool, krn. msh ada seat di travel yg jadwal seharusnya akan berangkat dalam lima menit lagi, namun agaknya  mengalami keterlambatan.

Berhubung jadwal keberangkatan sy yg tadinya masih satu jam lagi, berubah menjadi lima menit lagi.

Maka berubah pula lah, mode tempuh menuju pool travel, dari SELOW menjadi mode RUSuH, agar tidak tertinggal jadwal keberangkatan yg dipercepat.

>> Renungan-2
Bagaimanakah perasaan sodara2 muslim dr daerah2 sprti Ciamis, Sukabumi dan berbagai wilayah lainnya, yg sedianya akan hadir ke Jakarta pada waktu #212, tiba2 saat mendekati waktu keberangkatan, hrs menerima pembatalan dr PO bus yg sudah dibookingnya.
Sy baru paham, bagaimana sodara2 dr Ciamis, akhirnya memutuskan utk berjalan kaki menuju Jakarta.

Dengan kuasa Illahi Rabbi, Ketika tekad sudah menetap di hati, tiada yg sanggup menghalangi.
Subhanallah.

. . .

Akhirnya, sy coba Go Show, mendatangi lgsg pool travelnya saja, walaupun sempat khawatir, krn selain waktu keberangkatan sudah begitu mepet, bisa saja ada calon penumpang lain yg jg berubah jadwal dan menempati seat itu.

Berkendara sendiri di periode long weekend bukan pilihan bagi sy, yg mudah mengantuk, terutama saat bermacet ria di masa arus balik.

Alhamdulillah, ternyata msh ada seat kosong tersedia.

>> Renungan-3
Jgn terlalu khawatir ttg hasil akhir, berhasil atau tertunda, dapat atau tidak, sudah diatur oleh Allah & tercatat di Lauhful Mahfudz, tugas kita sekadar berdo'a dan maksimalkan ikhtiar saja.

. . .

Tiba di daerah PUSDAI sudah masuk Hari Senin, sekira pukul 00:30 #1212, sy disambut hujan rintik dan Jamaah yg mulai berdatangan.

Alhamdulillah, sempat makan sahur dgn Batagor dan Sereal instan, sebelum akhirnya masuk area halaman PUSDAI.

Memasuki masjid, ternyata sudah penuh dgn Jamaah yg mabit (bermalam) & itikaf sejak semalam.
MasyaAllah.

Acara dimulai pukul 03:00 dini hari dgn Sholat Tahajud dan Witir berjamaah,
saat udara dingin Kota Bdg menemani Qiyamul Lail kami,
dan lantunan Ayat Suci Al Qur'an yg dibacakan Imam meresap dalam hati sanubari, 
rapatnya barisan shaf senantiasa menjaga kehangatan tubuh kami.

Acara dilanjutkan dgn Muhasabah (evaluasi) diri, menyesali banyaknya dosa dan kesalahan diri, bersimpuh memohon ampunan Allah, dan bertekad utk tdk mengulangi lagi. Semoga Allah menerima taubat kami.
Aamiin.

Saat kegiatan utama, yakni Sholat Shubuh berjamaah akan dilangsungkan, mesjid PUSDAI sudah tidak mampu lagi menampung aliran jamaah yg terus berdatangan. Bahkan jamaah yg tak muat lg di dalam mesjid, terus mengisi seluruh sudut halaman mesjid, bahkan hingga area tempat bersuci (wudhu) pun dipenuhi shaf sholat berjamaah.
Subhanallah.

Selepas sholat shubuh, acara dilanjutkan dgn sambutan Selamat datang dr Gubernur Jawa Barat (Pak Aher), kpd seluruh Jemaah yg hadir (bahkan ada yg sengaja datang dr Sulawesi),
dilanjutkan tausiyah yg mendamaikan dr Aa Gym,
dan gelora semangat kebangkitan umat dr Ustadz Bachtiar Nasir.

Usai Panitia GNPF - MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa - MUI)  menyampaikan konferensi pers nya,
sy turut serta Jalan Santai #SEHATI di acara milad 26th Pondok Daarut Tauhiid, bertema Pesantren Perekat NKRI.

Jalan santai yg mengambil Start/Finish di Lapangan Gasibu (depan Gd. Sate) dan tidak jauh dr PUSDAI ini sgt special, krn melibatkan sodara2 kita yg diberi kekhususan oleh Allah, antara lain :
- yg pandangannya dijaga oleh Allah (tuna netra)
- yg pendengarannya dijaga oleh Allah (tuna tungu)
- yg langkahnya senantiasa dijaga oleh Allah (tuna daksa)
- dan kekhususan lainnya.
MasyaAllah.

Kalau kata Kang Emil, banyak jg warga Bandung yg turut hadir dgn status Tuna Asmara 😬
Alhamdulillah, sy sudah tidak termasuk yg ini.

. . .

Selama berjalan santai,
Sy melihat Seorang Bapak yg kakinya sudah lumpuh, meski harus berjalan dgn alat bantu penyangga yg dikepit kedua lengannya, tp tetap berjalan penuh semangat, bahkan lebih cepat dr yg kakinya normal seperti saya.

Acara jalan santai dilanjutkan dgn Tabligh Akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad 12 Rabi'ul Awal 1438 H, yg kebetulan jatuh di hari yg sama #1212 d Lap. Gasibu, sbg satu rangkaian acara perayaan ulang tahun Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT)

Ayat suci Al Qur'an, dilantunkan indah oleh santri tuna netra dr Cianjur, dan sari tilawah oleh adik perempuan yg memiliki down syndrome, dgn lancar tanpa kesulitan.
Alhamdulillah.

>> Renungan-4
Betapa besar nikmat panca indera yg Allah anugerahkan kpd saya, namun masih sgt sedikit sekali sy mensyukurinya.

Apakah kita sudah menjaga pandangan, pendengaran, dan langkah kaki kita dari maksiat dan hal2 yg dilarang Allah?
Apakah kita sudah menggunakannya semaksimal mungkin utk beribadah kpd Allah sesuai tujuan penciptaan manusia?
Sebelum Allah mencabut segala nikmat itu?

. . .

Berikut beberapa hikmah sy petik dr para pemimpin & ulama sepanjang acara :

> Aa Gym :
Masa kejayaan DT bukanlah di periode '99an saat Bisnis mengalami puncak kesuksesan, pendapatan berlimpah,
namun saat itu justru DT yg belum siap dgn nikmat & kemudahan dunia, menjadi menjauh dr Tauhid (Keyakinan akan Ke-Esa-an dan ke-MahaBesar-an Allah serta tiada suatu apapun yg pantas disandingkan).

Ujian kemudahan pun berganti dgn ujian kesulitan, dihiasi cacian dan makian thdp pilihan pribadi dan kehidupan keluarga sang pimpinan pondok pesantren, hingga kini akhirnya mencoba bangkit kembali kpd Tauhid atas pertolongan Allah Swt.

> Pak Aher (Gubernur Jawa Barat) :
Jabatan adalah ujian bagi seorang pemimpin, yg akan menjadi kebaikan tiada henti jika rakyatnya makmur & ridho, dan sebaliknya menjadi beban pertanggung jawaban jika tidak berlaku adil.

Pak Gubernur mohon dido'akan oleh seluruh warga Jawa Barat, agar tidak menjadi pemimpin dzalim & menyakiti warganya.

> Ustadz Athian Ali :
Para ulama Islam dan segenap warga pesantren terdahulu adalah orang2 yg turut berjuang Jihad Fisabilillah membela tanah air & bangsa Indonesia dari penjajahan Bangsa Asing.

Sungguh tiada hormat jika kita melupakan jasa para Ulama yg telah mengorbankan harta benda bahkan jiwa raga, demi perjuangan kemerdekaan di jalan Allah

Sementara skrg ini, malah ada pihak yg menuduh para Ulama kini mengancam keutuhan NKRI.

Padahal yg menjadi landasan Juang para ulama & warga pesantren terdahulu hingga kini, tetaplah sama, berpegang teguh pada Al Qur'an dan Hadits (Sunnah) Rasulullah.

> Kang Emil (Walikota Bandung) :
Setiap kita adalah pemimpin (minimal pemimpin keluarga dan mempimpin diri sendiri) serta akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yg dipimpinnya.

Jabatan adalah amanah sementara, seorang pemimpin harus senantiasa menjaga lisan nya.

Ustadz Bachtiar Nasir:
Mari jadikan Spirit #212, menjadi Momentum persaudaraan dan persatuan Umat Islam di Indonesia.

Gerakan ini bukanlah Gerakan Politik, tapi murni gerakan Dakwah, demi kebangkitan Islam di Indonesia dan di muka bumi ini.

Dan kebangkitan kekuatan itu akan dimulai di waktu #Shubuh.

. . .

Teriring do'a bagi saudara2 Muslim di Aleppo (Suriah), di Gaza (Palestina), maupun Rohingya, Myanmar, semoga Allah mencatat mereka sebagi syuhada yg berjuang Jihad Fisabilillah.

Dan semoga kebangkitan Islam dapat menghentikan penindasan dan kedzaliman thdp Umat Islam di seluruh dunia.

. . .

Ditulis dalam travel sepanjang perjalanan pulang dr Bdg ke Tangerang dan Sy sgt bersyukur sy tidak harus menyetir sendiri.
#MacetArusBalik

12-13 Desember 2016

Saturday, December 10, 2016

Menapaki Jejak Para Wali (Songo)


Sy lahir d Bdg, swaktu sy kecil dulu, alm. kakek saya suka mengajak saya berziarah ke makam maupun petilasan (jejak) para wali (sunan) penyebar Islam di Pulau Jawa.

Mulai dari caving di Gua Safawardi,  Pamijahan, Tasikmalaya (Syekh Abdul Muhyi) hingga ke Banten dan Cirebon (Sunan Gunung Jati) di Jawa Barat.

Hal yg paling sy ingat dr pengalaman masa kecil itu dulu, adalah kisah2 kesaktian para wali tsb. yg sulit dibedakan antara kisah karomah penuh hikmah, cerita tahyul atau mitos semata, Wallahu'alam bi Shawab.

Semasa Kuliah Kerja Praktek saya berkesempatan magang di Instalasi Pengolahan Limbah salah satu pabrik di Kudus, Jawa Tengah, disitulah saya berkesempatan melewati Demak dan mengunjungi Mesjid di Kudus yg memadukan arsitektur menara Mesjid dengan Bangunan Candi Hindu-Budha, sekaligus mengunjungi air terjun di Kaki Gunung Muria (daerah yg mungkin menjadi tempat syiar Sunan Muria dulu).

Beranjak dewasa, sy lebih mengagumi strategi dakwah para wali tsb. dibanding mitos yg menyertainya.

Tidak mudah tentunya syiar Islam dalam kondisi masyarakat Jawa, yg mayoritas waktu itu masih sgt kuat mencampur adukkan antara ajaran Hindu-Budha dgn Animisme.

Tapi melalui syiar yg karismatik & solutif (mengajarkan teknik pertanian, pengairan, maupun pengobatan herbal), para wali dan ajarannya dapat diterima masyarakat, bahkan hingga banggakan oleh para pangeran dan kerajaan di masa itu.

Kini saya ditempatkan bekerja di Bojonegoro, dan jika berkendara ke Surabaya (daerah Sunan Ampel), saya bisa melalui Kota Lamongan dan Gresik, dimana Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) memulai Syiar nya di Jawa Timur dulu.

Syiar dakwah para wali tsb belum selesai, para ulama di masa kini lah yg meneruskan, yg meluruskan jika ada ajaran Islam yg mulai berbelok krn proses akulturasi budaya dan percampuran dgn animisme, Kejawen, dsb. agar kembali sesuai dgn Al Qur'an dan Sunnah.

Semoga Allah selalu merahmati para wali yg telah berjasa dan para ulama yg meneruskan perjuangannya.

Aamiin ya robbal alamiin.

Sunday, November 16, 2014

Tentang #negeri1000pelangi

1. Apakah #negeri1000pelangi itu ?
 
Tanda Pagar 'hashtag' (#) "negeri1000pelangi" adalah suatu topik di jejaring media sosial untuk saling berbagi foto pemandangan pelangi di seluruh penjuru Indonesia, disertai dengan informasi keterangan lokasi, dan dapat juga ditambahkan kalimat harapan optimis, maupun kata-kata motivasi bagi diri sendiri maupun saudara sebangsa dan satu tanah air.

 
2. Mangapa ada topik #negeri1000pelangi ?
 
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan negara kepulauan tropis di daerah khatulistiwa, memiliki tingkat curah hujan dan intensitas sinar matahari yang cukup tinggi sepanjang tahun, memungkinkan banyak ditemuinya pemandangan pelangi yang indah di sepanjang nusantara.
Pelangi yang berwarna-warni juga dapat melambangkan betapa Indonesia kaya akan beraneka ragam budaya, suku bangsa dan adat istiadat.
Topik #negeri1000pelangi hadir di saat isu perpecahan dan sikap pesimistis terhadap bangsa ini kerap dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak ingin negeri ini maju. Topik ini menjadi pengingat semboyan dalam lambang negara kita "Bhinneka Tunggal Ika", yang artinya, walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Topik ini menyeru kita untuk menjadikan perbedaan sebagai kekayaan dan kekuatan positif untuk berkarya, berprestasi membangun negeri.

 
3. Kapan topik #negeri1000pelangi ini pertama kali dimunculkan?
 
Topik #negeri1000pelangi pertama kali tercetus di benak penulis saat mengenang jasa perjuangan para pahlawan yang telah mewujudkan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan (Peringatan Hari Pahlawan, Senin 10 November 2014), kemudian dimunculkan di jejaring media sosial satu minggu kemudian.
 
 
 
4. Dimana topik #negeri1000pelangi ini dapat dibuka, dilihat dan dibahas?
 
Topik ini dapat dibahas dan disebarkan di semua jejaring media sosial yang memungkinkan berbagi gambar (foto pemandangan pelangi), seperti aplikasi 'Sebangsa' , 'Facebook' , 'Twitter' , 'Path' , 'Instagram', dsb.
 
 
 
5. Bagaimana caranya untuk bergabung dan berkontribusi dalam topik #negeri1000pelangi ?
 
Seperti layaknya cara saling berbagi pesan, status, maupun foto di jejaring media sosial. Kita hanya perlu mengunggah foto pemandangan pelangi hasil jepretan kita sendiri (hindari pelanggaran hak cipta), kemudian sertakan keterangan 'hashtag' #negeri1000pelangi berikut informasi lokasi pengambilan foto dan dapat juga ditambahkan kalimat harapan atau kata-kata positif / motivasi bersamanya.
 
 
 
 
Salam kenal, salam sayang,
salam persatuan,
untuk semua warga #negeri1000pelangi.
 
 
Tangerang, 16 November 2014.
@safehero